Tampilkan postingan dengan label Etch. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etch. Tampilkan semua postingan
Web Mail Server sebenarnya merupakan hasil perkembangan jaman dari bentuk lamanya (Mail Server). Web Mail Server adalah versi GUI dari Mail Server, cara kerjanya adalah memberikan interface yang lebih mudah dipahami dan mudah dipakai dalam pengiriman serta penerimaan email, dan tentu saja tetap memerlukan bantuan dari Mail Server. Berikut cara instalasinya:
Lakukan instalasi paket software squirrelmail dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Lakukan instalasi paket software squirrelmail dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install squirrelmail |
Kemudian tambahkan script Include /etc/squirrelmail/apache.conf pada bagian paling akhir script default dari file "apache2.conf" (Web Server agan) seperti berikut
| #echo "Include /etc/squirrelmail/apache.conf" >> /etc/apache2/apache2.conf |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "apache.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/squirrelmail/apache.conf |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| #User will prefer a simple url <VirtualHost 192.168.1.8:80> DocumentRoot /usr/share/squirrelmail ServerName mail.bukan.org </VirtualHost> |
Keterangan:
Kemudian lakukan restart pada apache2 dengan cara mengetikkan /etc/init.d/apache2 restart seperti berikut
IP address agan
Domain DNS Server aganKemudian lakukan restart pada apache2 dengan cara mengetikkan /etc/init.d/apache2 restart seperti berikut
| #/etc/init.d/apache2 restart Restarting web server: apache2apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName . . . waiting apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName |
Instalasi Web Mail Server telah selesai.
0
komentar
Mail Server merupakan server yang berfungsi memfasilitasi user yang ingin melakukan komunikasi dengan email(electronic mail). Mail server terdiri dari tiga bagian, yaitu protokol pengirim (imap), protocol penerima/pengunduh data (pop) dan Server utama untuk penyimpan pesan. Berikut cara instalasi Mail Server:
Lakukan instalasi paket software postfix, courier-imap dan courier-pop dengan mengetikkan perintah seperti berikut. maka akan muncul beberapa pertanyaan, lewati saja dengan menekan Enter(tidak perlu dihiraukan karena kita akan konfigurasi ulang nanti)
Lakukan instalasi paket software postfix, courier-imap dan courier-pop dengan mengetikkan perintah seperti berikut. maka akan muncul beberapa pertanyaan, lewati saja dengan menekan Enter(tidak perlu dihiraukan karena kita akan konfigurasi ulang nanti)
| #apt-get install postfix courier-imap courier-pop |
Kemudian buatlah direktori penyimpanan email dengan nama "Maildir" dan letakkan pada direktori /etc/skel dengan perintah seperti berikut
| #maildirmake /etc/skel/Maildir |
Kemudian buatlah user (sesuai kebutuhan/jumlah pemakai) sebagai contoh saya buat 2 user, seperti berikut
| #adduser saya Adding user `saya' ... Adding new group `saya' (1002) ... Adding new user `saya' (1002) with group `saya' ... Creating home directory `/home/saya' ... Copying files from `/etc/skel' ... Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: passwd: password updated successfully Changing the user information for saya Enter the new value, or press ENTER for the default Full Name [ ]: Room Number [ ]: Work Phone [ ]: Home Phone [ ]: Other [ ]: Is the information correct? [Y/n] y#adduser kamu Adding user `kamu' ... Adding new group `kamu' (1003) ... Adding new user `kamu' (1003) with group `kamu' ... Creating home directory `/home/kamu' ... Copying files from `/etc/skel' ... Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: passwd: password updated successfully Changing the user information for kamu Enter the new value, or press ENTER for the default Full Name [ ]: Room Number [ ]: Work Phone [ ]: Home Phone [ ]: Other [ ]: Is the information correct? [Y/n] y |
Masukkan password
Optional, biarkan kosong juga tidak apa-apa jawab ya, untuk mengkonfirmasi bahwa informasi sudah benar
Kemudian tambahkan script home_mailbox=Maildir/ pada bagian paling akhir dari script default file konfigurasi "main.cf" dengan perintah seperti berikut
| #echo "home_mailbox=Maildir/" >> /etc/postfix/main.cf |
Selanjutnya lakukan konfigurasi ulang pada "postfix" seperti berikut.
| #dpkg-reconfigure postfix |
| System mail name : bukan.org (domain DNS Server agan) Root postmaster : blank (biarkan kosong) Other destination : default (tidak perlu diedit) Force Synchronous : no (pilih "no") Local network : default (tidak perlu diedit) Procmail : no (pilih "no") Mailbox size : 0 (isikan "0" agar unlimited) Local address extention : + (isikan "+") ip address : ipv4 (pilih sesuai ip address yang agan pakai) |
Kemudian lakukan restart pada "postfix" dengan mengetik /etc/init.d/postfix restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut :
| #/etc/init.d/postfix restart Stopping Postfix Mail Transport Agent: postfix. Starting Postfix Mail Transport Agent : postfix. |
Selanjutnya tambahkan script pada "db.bukan" (DNS Server yang agan buat kmaren) seperti berikut
| #pico /etc/bind/db.bukan |
Menjadi seperti berikut
| ; $TTL 604.800 @ IN SOA bukan.org. root.bukan.org. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS bukan.org. @ IN NS 192.168.1.8 www IN NS 192.168.1.8 mail IN NS 192.168.1.8 |
script yang perlu ditambahkan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/bind9 restart Stopping domain name service . . . : bind9. Starting domain name service . . . : bind9. |
Instalasi Mail Server telah selesai.
Samba Server merupakan server yang berfungsi sebagai penyedia fasilitas File Sharing antar komputer dengan sistem operasi yang berbeda di dalam suatu jaringan lokal, misalnya sharing data antara komputer Linux dengan komputer Windows. Berikut cara instalasinya :
Lakukan instalasi paket software samba dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Lakukan instalasi paket software samba dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install samba |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "smb.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/samba/smb.conf |
Tambahkan script berikut pada bagian paling akhir dari script default yang ada di smb.conf.
security = datashare [datashare]path = /home/bukan/data browseable = yes readonly = no admin users = root guest ok = yes |
Keterangan:
***/bukan/**** adalah user yang sedang dipakai
Jika mengijinkan user guest
Cari script berikut dan ganti valuenya dengan "false"
Jika mengijinkan login anonymous
direktori yang digunakan untuk menyimpan file sharing, ***/bukan/**** adalah user yang sedang dipakai
Jika mengijinkan user guest
Cari script berikut dan ganti valuenya dengan "false"
| encrypt password = false |
Keterangan:
ganti "no" dengan "false"
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buat direktori dengan nama data(sesuaikan dengan script pada smb.conf tadi). Jangan lupa mengubah atribut hak aksesnya menjadi read write execute seperti berikut
ganti "no" dengan "false"
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buat direktori dengan nama data(sesuaikan dengan script pada smb.conf tadi). Jangan lupa mengubah atribut hak aksesnya menjadi read write execute seperti berikut
| #mkdir /home/bukan/data #chmod 777 /home/bukan/data |
Buatlah user baru untuk login ke Samba seperti berikut
| #useradd sambel #smbpasswd -D sambel New SMB Password: Retype new SMB Password |
user yang akan dipakai login, terserah mau pakai nama apa, tergantung selera
Kemudian lakukan restart pada "samba" dengan mengetik /etc/init.d/samba restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut :
| #/etc/init.d/samba restart Stopping Samba daemons: nmbd smbd. Starting Samba daemons: nmbd smbd. |
Instalasi Samba Server telah selesai.
Proxy Server merupakan Server yang berperan sebagai perantara yang menghubungkan dua pihak yang melakukan suatu komunikasi data. Proxy server mempunyai 3 fungsi utama yaitu Connection Sharing, Filtering dan Caching. Beberapa hal yang umumnya dilakukan pada Proxy Server adalah melakukan filtering url, pembatasan waktu koneksi, pembagian bandwith dan banyak lagi lainnya. Berikut cara Instalasi Proxy Server (dalam contoh ini = membatasi akses user terhadap url dan keyword tertentu) :
Lakukan instalasi paket software squid dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "squid.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Tambahkan script berwarna merah di bawah, script berwarna biru adalah script yang harus agan cari untuk menambahkan script merah pada bagian-bagian seperti pada contoh berikut.
Part 1
Keterangan:
bukan@yahoo.co.id adalah email optional yang kita tentukan sebagai contact administrator
proxy.bukan.org adalah domain pada DNS Server yang kita install sebelumnya
32 MB (isikan kira-kira 1/4 bagian dari memori agan)
Part 2
Keterangan:
/etc/squid/url adalah file rujukan untuk black list url
/etc/squid/key adalah file rujukan untuk black list keyword
(misalkan ip address agan 192.168.1.8) maka 192.168.1.0/24 adalah Net ID yang agan pakai
Part 3
Pastikan bahwa ada tanda(#) di depannya, karena dalam beberapa kasus, script tersebut belum memiliki tanda (#) di depannya
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru dengan nama "url" dan letakkan pada direktori /etc/squid seperti berikut
Isilah file tersebut dengan daftar url yang akan agan blokir seperti contoh berikut
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru dengan nama "key" dan letakkan pada direktori /etc/squid seperti berikut
Isilah file tersebut dengan daftar keyword yang akan agan blokir seperti contoh berikut
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan konfigurasi pada firewall agar port 3128 dapat dipakai oleh proxy untuk mengakses aktivitas pada port 80 dengan menggunakan perintah iptables seperti berikut
Jangan lupa disimpan dengan perintah seperti berikut
Kemudian buatlah direktori swap untuk proxy agar proxy dapat bekerja dengan optimal seperti berikut (optional / disarankan)
Kemudian lakukan restart pada "squid" dengan mengetik /etc/init.d/squid restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
Instalasi Proxy Server telah selesai, sekarang user tidak akan dapat mengakses url (facebook.com dan twitter.com) serta tidak dapat mengakses search engine dengan keyword (jejaring, media, atau sosial).
Baca Selengkapnya..
| #apt-get install squid |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "squid.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/squid/squid.conf |
Tambahkan script berwarna merah di bawah, script berwarna biru adalah script yang harus agan cari untuk menambahkan script merah pada bagian-bagian seperti pada contoh berikut.
Part 1
| http_port 3128 transparent cache_mem 32 MB cache_mgr bukan@yahoo.co.id visible_hostname proxy.bukan.org |
bukan@yahoo.co.id adalah email optional yang kita tentukan sebagai contact administrator
proxy.bukan.org adalah domain pada DNS Server yang kita install sebelumnya
32 MB (isikan kira-kira 1/4 bagian dari memori agan)
Part 2
acl CONNECT method CONNECT acl url dstdomain "/etc/squid/url" acl key url_regex -i "/etc/squid/key" http_access deny url http_access deny key acl lan src 192.168.1.0/24 http_access allow lan http_access allow all |
/etc/squid/url adalah file rujukan untuk black list url
/etc/squid/key adalah file rujukan untuk black list keyword
(misalkan ip address agan 192.168.1.8) maka 192.168.1.0/24 adalah Net ID yang agan pakai
Part 3
| #http_access deny all |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru dengan nama "url" dan letakkan pada direktori /etc/squid seperti berikut
| #pico /etc/squid/url |
Isilah file tersebut dengan daftar url yang akan agan blokir seperti contoh berikut
| facebook.com twitter.com |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru dengan nama "key" dan letakkan pada direktori /etc/squid seperti berikut
| #pico /etc/squid/key |
Isilah file tersebut dengan daftar keyword yang akan agan blokir seperti contoh berikut
| jejaring media sosial |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan konfigurasi pada firewall agar port 3128 dapat dipakai oleh proxy untuk mengakses aktivitas pada port 80 dengan menggunakan perintah iptables seperti berikut
| #iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128 |
Jangan lupa disimpan dengan perintah seperti berikut
| #iptables-save > /etc/iptables |
T a h u k a h a g a n .. ??
| Jika ingin merubah tampilan ERROR PAGE(tampilan yang akan muncul jika user mengakses url atau keyword yang agan blokir) pada proxy agan, agan dapat mengedit isi dari file "ERR_ACCESS_DENIED". Dan jika ingin merubah tampilan DNS FAIL PAGE (tampilan yang akan muncul jika koneksi internet terputus) agan dapat mengedit isi dari file"ERR_DNS_FAIL". kedua file tersebut terdapat pada direktori /usr/share/squid/errors/English. (Optional / sekedar mempercantik tampilan proxy) |
Kemudian buatlah direktori swap untuk proxy agar proxy dapat bekerja dengan optimal seperti berikut (optional / disarankan)
| #squid -z YYYY/MM/DD HH:MM:SS | Squid is already running! Process ID 6755 |
Kemudian lakukan restart pada "squid" dengan mengetik /etc/init.d/squid restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/squid restart Restarting Squid HTTP Proxy: squid. |
Instalasi Proxy Server telah selesai, sekarang user tidak akan dapat mengakses url (facebook.com dan twitter.com) serta tidak dapat mengakses search engine dengan keyword (jejaring, media, atau sosial).
Domain Name System Server adalah server yang berfungsi menyimpan informasi tentang hostname atau domain dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer, misalnya pada internet. DNS bisa dianggap seperti buku telepon dimana saat pengguna mengetikkan www.smkn1mojokerto.sch.id maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 49.50.8.42 (IPv4) dan 2001:e00:d:11:3:170::83 (IPv6). Langsung saja berikut cara instalasinya:
Lakukan instalasi paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Lakukan instalasi paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install bind9 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "named.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/named.conf |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| zone "bukan.org" { type master; file "/etc/bind/db.bukan"; }; zone "1.168.192.in-addr.arpa" { type master file "/etc/bind/db.192"; }; |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
File konfigurasi zone forward
Tiga oktet pertama IP address agan yang dibalik (192.168.1.8)
File konfigurasi zone reverse
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama "db.bukan". Gandakan juga file "db.127" dan simpan dengan nama "db.192" seperti berikut.
| #cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.bukan #cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.bukan" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/db.bukan |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| ; $TTL 604.800 @ IN SOA bukan.org. root.bukan.org. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS bukan.org. @ IN NS 192.168.1.8 www IN NS 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Script tambahan agar DNS terhubung ke Web Server (dengan ip address serupa)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.192" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/db.192 |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
8 IN PTR bukan.org. |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
Oktet terakhir IP address DNS Server agan
Oktet terakhir IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru bernama "resolv.conf" dan letakkan pada direktori /etc dengan cara mengetikkan pico /etc/resolv.conf seperti berikut.
| #pico /etc/resolv.conf |
Dan isikan script berikut.
| search bukan.org nameserver 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/bind9 restart Stopping domain name service . . . : bind9. Starting domain name service . . . : bind9. |
Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah nslookup pada ip address DNS Server agan seperti contoh berikut
| #nslookup 192.168.1.8 Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 8.1.168.192.in-addr.arpa name = bukan.org |
Lakukan hal serupa pada domain DNS Server agan seperti berikut.
| #nslookup bukan.org Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 Name: bukan.org Address: 192.168.1.8 |
Jika hasilnya seperti di atas, maka instalasi DNS Server telah selesai.
Baca Selengkapnya..
Sesuai dengan namanya, Database Server merupakan server yang berfungsi sebagai basis data. Database Server erat kaitannya dengan Web Server yaitu sebagai penyedia dan atau penyimpanan konten berupa data-data dinamis yang selalu berubah dari waktu ke waktu yang terintegrasi dengan sebuah tampilan visual yang diberikan oleh Web Server. Sebagai contoh, salah satu Web Server dinamis seperti detik.com, tampilan detik.com kurang lebih selalu sama dalam jangka waktu tertentu (bila tidak ada kegiatan maintenance) tetapi isi Websitesnya selalu berubah dan update mengikuti perkembangan berita terbaru yang ada, nah file berita inilah yang tersimpan di dalam Database Server, sedangkan Web Server hanya menyediakan tampilan Interfacenya saja. Langsung saja ke materi, Langkah instalasi Database Server sebagai berikut :
Lakukan instalasi paket software mysql-server dan phpmyadmin dengan mengetikkan perintah seperti berikut.
| #apt-get install mysql-server phpmyadmin |
Maka akan muncul konfirmasi mengenai password login database. User secara default adalah root dan di sini agan tinggal mengisi password baru lalu ulangi lagi untuk mencocokkan. Kemudian tentukan paket software Web Server yang sedang agan pakai, sebagai contoh pilih apache2, untuk memilih gunakan tombol spasi dan jika sudah yakin tekan Enter. Selanjutnya lakukan restart pada "mysql-server" dengan mengetikkan /etc/init.d/mysql restart seperti berikut.
| #/etc/init.d/mysql restart Stopping MySQL database server: mysqld. Starting MySQL database server : mysqld. |
Instalasi Database Server telah selesai.
Baca Selengkapnya..
Google.com, wordpress.org, debian.edu, adalah sedikit dari milyaran websites yang sudah tidak asing lagi di dunia maya. Prinsip kerja sebuah websites merupakan tampilan dari sebuah server yang berwujud html yang memproyeksikan Server fisik yang terhubung ke dalam jaringan. Web Server, yaitu server yang berisi kerangka(layout) berekstensi html/xhtml/mhtml/php yang berjalan pada port 80 (HTTP) dan berfungsi sebagai wadah, tampilan interface, dan wujud dua dimensi dari file-file pada Database Server, misalnya seperti tiga websites di atas. Berikut cara instalasi Web Server :
Lakukan instalasi paket software apache2 dan php5 dengan mengetikkan perintah seperti berikut.
| #apt-get install apache2 php5 |
Setelah proses di atas sebenarnya Web Server agan sudah berjalan, tetapi hanya dengan tampilan web defaultnya yaitu berisi tulisan "It Works !". Jika agan ingin mengutak atik konfigurasi Web Server agan, agan dapat melakukannya dengan berbagai pilihan konfigurasi berikut :
1. Konfigurasi Virtual Host
Konfigurasi ini akan mewakili secara default(default versi kita) setiap website yang agan buat. Caranya adalah dengan melakukan konfigurasi pada "default" dengan cara mengetikkan pico /etc/apache2/sites-available/default seperti contoh berikut.
| #pico /etc/apache2/sites-available/default |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut,
| <VirtualHost 192.168.1.8:80> ServerAdmin webmaster@bukan.org ServerName www.bukan.org ServerAlias bukan.org DocumentRoot /var/www <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride None |
Ip address Web Server agan
Terserah diisi apa(optional)
Domain
Sub Domain
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X
2. Merubah Direktori Web
Secara default file html agan akan disimpan pada /var/www. Agan dapat merubah direktori web agan dengan cara melakukan konfigurasi pada "default" dengan cara mengetikkan pico /etc/apache2/sites-available/default seperti contoh berikut.
| #pico /etc/apache2/sites-available/default |
Ganti script berwarna merah berikut dengan direktori yang agan inginkan.
<VirtualHost 192.168.1.8:80> ServerAdmin webmaster@bukan.org ServerName www.bukan.org ServerAlias bukan.org DocumentRoot /var/www <Directory /> Options FollowSymLinksAllowOverride None |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X.
3. Mempercantik Tampilan Websites
Agan dapat mengedit isi dari file "index.html" dengan cara mengetikkan pico /var/www/index.html seperti berikut.
| #pico /var/www/index.html |
Sebagai contoh saya akan mengeditnya menjadi seperti berikut
| <html><body><h1> Bukan Web Server</h1></body></html> |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Maka tampilan Web Server agan akan muncul tulisan Bukan Web Server. Atau agan juga dapat mengganti file tersebut dengan file html buatan agan sendiri. Jangan lupa untuk memberi nama file agan dengan nama "index.html" agar dapat terbaca oleh Web Server.
Jika agan melakukan konfigurasi pada Web Server, jangan lupa untuk melakukan restart pada "apache2" dengan cara mengetikkan /etc/init.d/apache2 restart seperti berikut
| #/etc/init.d/apache2 restart Restarting web server: apache2apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName . . . waiting apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName |
Instalasi Web Server telah selesai. Jangan kawatir dengan hasil restart yang kelihatannya error itu, Hal itu disebabkan custom virtual host belum berjalan.
File Transfer Protocol Server, adalah Server yang berjalan pada port 21 yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data bersama / berbagi yang dapat diakses dan didownload oleh para penggunanya. Pada dasarnya FTP hampir sama dengan HTTP secara fungsi, namun berbeda pada pengaplikasian, metode transfer data, dan kecepatan aksesnya(umumnya FTP lebih cepat daripada HTTP). Berikut cara instalasinya :
Lakukan instalasi paket software proftpd dengan mengetikkan perintah seperti berikut. Maka akan muncul dua pilihan, "from inetd" dan "standalone". Pilih saja standalone.
| #apt-get install proftpd |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "proftpd.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/proftpd/proftpd.conf |
Tambahkan script berikut pada bagian paling akhir dari script default yang ada di proftpd.conf.
| <Anonymous /home/bukan/bagibagi> User ftp UserAlias anonymous ftp <Limit READ WRITE> Allow All </Limit> </Anonymous> |
Keterangan:
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah direktori sharing "bagibagi" pada /home/(user)/ dan ubah hak aksesnya menjadi read write execute seperti berikut
Kemudian hapuslah user ftp default dan gantikan dengan user ftp baru seperti berikut
Kemudian lakukan restart pada "proftpd" dengan mengetik /etc/init.d/proftpd restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
Instalasi FTP Server telah selesai. Jika agan bertindak sebagai client, maka baca cara Login FTP Server berikut agar lebih jelas.
Baca Selengkapnya..
User yang dipakai
Direktori sharing
User ftp ber-autentikasi(ber-password)
User anonymous
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah direktori sharing "bagibagi" pada /home/(user)/ dan ubah hak aksesnya menjadi read write execute seperti berikut
| #mkdir /home/bukan/bagibagi #chmod 777 /home/bukan/bagibagi |
Kemudian hapuslah user ftp default dan gantikan dengan user ftp baru seperti berikut
| #userdel ftp #useradd ftp -d /bagibagi/ftp #passwd Enter new UNIX password: Retype new UNIX password: passwd: password updated successfully |
Kemudian lakukan restart pada "proftpd" dengan mengetik /etc/init.d/proftpd restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/proftpd restart Stopping ftp server: proftpd. Starting ftp server : proftpd. |
Instalasi FTP Server telah selesai. Jika agan bertindak sebagai client, maka baca cara Login FTP Server berikut agar lebih jelas.
Dinamic Host Client Protocol Server merupakan Server yang berperan dalam penyewaan / peminjaman IP address kepada komputer client agar dapat terhubung ke dalam jaringan. Langkah-langkah instalasi DHCP Server adalah sebagai berikut :
Lakukan instalasi paket software dhcp3-server dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Lakukan instalasi paket software dhcp3-server dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install dhcp3-server |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "dhcpd.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut, hilangkan tanda (#) pada bagian depan script mulai dari "subnet" hingga "}". default lease time dan max lease time tidak usah diubah angkanya.
| # A slightly different configuration for an internal subnet. subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.1.5 192.168.1.20; option domain-name-servers ns1.bukan.org; option domain-name "bukan.org"; option routers 192.168.1.1; option broadcast-address 192.168.1.255; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; } |
Keterangan :
Network ID jaringan
Subnetmask
interval ip address yang disewakan(dalam contoh ip address ke 5 - 20)
interval ip address yang disewakan(dalam contoh ip address ke 5 - 20)
Domain (agan kira-kira saja, karena kita belum menginstal DNS)
IP address router (biasanya adalah gateway)
IP broadcast (ip address terakhir dalam subnet)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "dhcp3-server" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/default/dhcp3-server |
Isikan kolom diantara tanda (") dengan eth0 seperti berikut
| INTERFACES="eth0" |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "dhcp3-server" dengan mengetik /etc/init.d/dhcp3-server restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/dhcp3-server restart Stopping DHCP server : dhcp3. failed! Starting DHCP server : dhcp3. |
Instalasi DHCP Server telah selesai, jangan kawatir dengan peringatan "failed!" pada bagian Stopping tadi, karena sebelumnya kita belum menjalankan DHCP Servernya.
IP address merupakan hal paling penting dalam administrasi sebuah server. Karena merupakan identitas bagi komputer server tersebut. Tanpa IP address, komputer tidak akan dapat terhubung ke dalam sebuah jaringan. Berikut cara konfigurasi network interface atau dalam hal ini agan sebut saja IP address :
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
| #ifconfig eth0 200.100.4.7 netmask 255.255.255.192 |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.4.7 Bcast:200.100.4.63 Mask:255.255.255.192 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
2. Konfigurasi Permanen
Atau juga dapat menggunakan ip address permanen, dengan cara melakukan konfigurasi pada "interfaces" seperti contoh berikut
| #pico /etc/network/interfaces |
Contoh berikut menunjukkan bahwa agan akan menggunakan ip address kelas C, 192.168.1.8 dengan subnetmask 255.255.255.0
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.8 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "networking" dengan mengetik /etc/init.d/networking restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.8 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
Konfigurasi Network Interface sudah selesai, sekarang agan sudah memiliki ip address. Jika agan mencoba terhubung ke dalam suatu jaringan, pastikan ip address dan subnetmask yang agan setting sesuai dengan konfigurasi pada jaringan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

