Tampilkan postingan dengan label Squeeze. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Squeeze. Tampilkan semua postingan
IP address is the most important thing in the administration of a server. Because the identity of the server computer. Without an IP address, the computer will not be able to connect to a network. Configure the network interface in Debian Squeeze almost no significant difference with the Debian Lenny . Here's how to configure network interfaces, or in this case you can call it, IP address
1. Configuration Impermanent
There are two ways that you can choose, the first is the impermanent ip address configuration / that temporary work only as long as the computer stays on. Type the command => ifconfig space eth0 space ip address space netmask space subnetmask and press Enter as the following example
| #ifconfig eth0 200.100.2.7 netmask 255.255.255.192 |
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.2.7 Bcast: 200.100.4.63 Mask: 255,255,255,192 inet6 addr: fe80 :: 20c: 29ff: fe58: cf68/64 Scope: Link UP BROADCAST running multicast MTU: 1500 Metric: 1 RX packets: 1610 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 frame: 0 TX packets: 1419 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 carrier: 0 collisions: 0 txqueuelen: 1000 RX bytes: 189305 (184.8 KIB) TX bytes: 198940 (194.2 KIB) Interrupt: 18 Base address : 0x1080 lo Link encap: Local Loopback inet addr: 127.0.0.1 Mask: 255.0.0.0 inet6 addr ::: 1/128 Scope: Host UP loopback Running MTU: 16436 Metric: 1 RX packets: 46 errors: 0 dropped: 0 overruns : 0 frame: 0 TX packets: 46 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 carrier: 0 collisions: 0 RX bytes: 3036 (2.9 KIB) TX bytes: 3036 (2.9 KIB) |
2. Configuration Permanent
You can also permanently configure IP address, with configuring IP address as the following example
| #pico /etc/network/interfaces |
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.27 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.27 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
0
komentar
Domain Name System Server adalah server yang berfungsi menyimpan informasi tentang hostname atau domain dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer, misalnya pada internet. DNS bisa dianggap seperti buku telepon dimana saat pengguna mengetikkan www.smkn1mojokerto.sch.id maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 49.50.8.42 (IPv4) dan 2001:e00:d:11:3:170::83 (IPv6). Langsung saja berikut cara instalasinya:
Lakukan instalasi paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install bind9 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "named.conf.default-zone" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/named.conf.default-zone |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| zone "bukan.org" { type master; file "db.bukan"; }; zone "192.in-addr.arpa" { type master file "db.192"; }; |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
File konfigurasi zone forward
Oktet pertama IP address agan (192.168.1.8)
File konfigurasi zone reverse
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama "db.bukan". Gandakan juga file "db.127" dan simpan dengan nama "db.192". Letakkan dua file konfigurasi tadi pada direktori /var/cache/bind seperti berikut.
| #cp /etc/bind/db.local /var/cache/bind/db.bukan #cp /etc/bind/db.127 /var/cache/bind/db.192 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.bukan" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /var/cache/bind/db.bukan |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| ; $TTL 604.800 @ IN SOA bukan.org. root.bukan.org. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS bukan.org. @ IN NS 192.168.1.8 www IN NS 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Script tambahan agar DNS terhubung ke Web Server (dengan ip address serupa)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.192" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /var/cache/bind/db.192 |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
8.1.168 IN PTR bukan.org. |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
3 Oktet terakhir IP address DNS Server agan yang dibalik (192.168.1.8)
3 Oktet terakhir IP address DNS Server agan yang dibalik (192.168.1.8)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru bernama "resolv.conf" dan letakkan pada direktori /etc dengan cara mengetikkan pico /etc/resolv.conf seperti berikut.
| #pico /etc/resolv.conf |
Dan isikan script berikut.
| search bukan.org nameserver 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/bind9 restart Stopping domain name service . . . : bind9. Starting domain name service . . . : bind9. |
Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah nslookup pada ip address DNS Server agan seperti contoh berikut
| #nslookup 192.168.1.8 Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 8.1.168.192.in-addr.arpa name = bukan.org |
Lakukan hal serupa pada domain DNS Server agan seperti berikut.
| #nslookup bukan.org Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 Name: bukan.org Address: 192.168.1.8 |
Jika hasilnya seperti di atas, maka instalasi DNS Server telah selesai. Jika agan masih belum berhasil coba gunakan versi I.
Baca Selengkapnya..
Sesuai dengan namanya, Database Server merupakan server yang berfungsi sebagai basis data. Database Server erat kaitannya dengan Web Server yaitu sebagai penyedia dan atau penyimpanan konten berupa data-data dinamis yang selalu berubah dari waktu ke waktu yang terintegrasi dengan sebuah tampilan visual yang diberikan oleh Web Server. Sebagai contoh, salah satu Web Server dinamis seperti detik.com, tampilan detik.com kurang lebih selalu sama dalam jangka waktu tertentu (bila tidak ada kegiatan maintenance) tetapi isi Websitesnya selalu berubah dan update mengikuti perkembangan berita terbaru yang ada, nah file berita inilah yang tersimpan di dalam Database Server, sedangkan Web Server hanya menyediakan tampilan Interfacenya saja. Instalasi Database Server pada Debian Squeeze tidak ada perbedaan berarti dengan pada Debian Lenny. Langsung saja ke materi, Langkah instalasi Database Server sebagai berikut :
Lakukan instalasi paket software mysql-server dan phpmyadmin dengan mengetikkan perintah seperti berikut.
| #apt-get install mysql-server phpmyadmin |
Maka akan muncul konfirmasi mengenai password login database. User secara default adalah root dan di sini agan tinggal mengisi password baru lalu ulangi lagi untuk mencocokkan. Kemudian tentukan paket software Web Server yang sedang agan pakai, sebagai contoh pilih apache2, untuk memilih gunakan tombol spasi dan jika sudah yakin tekan Enter. Selanjutnya lakukan restart pada "mysql-server" dengan mengetikkan /etc/init.d/mysql restart seperti berikut.
| #/etc/init.d/mysql restart Stopping MySQL database server: mysqld. Starting MySQL database server : mysqld. |
Instalasi Database Server telah selesai.
Baca Selengkapnya..
Domain Name System Server adalah server yang berfungsi menyimpan informasi tentang hostname atau domain dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer, misalnya pada internet. DNS bisa dianggap seperti buku telepon dimana saat pengguna mengetikkan www.smkn1mojokerto.sch.id maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 49.50.8.42 (IPv4) dan 2001:e00:d:11:3:170::83 (IPv6). Langsung saja berikut cara instalasinya:
Lakukan instalasi paket software bind9 dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install bind9 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "named.conf.default-zone" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/named.conf.default-zone |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| zone "bukan.org" { type master; file "/etc/bind/db.bukan"; }; zone "1.168.192.in-addr.arpa" { type master file "/etc/bind/db.192"; }; |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
File konfigurasi zone forward
Tiga oktet pertama IP address agan yang dibalik (192.168.1.8)
File konfigurasi zone reverse
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya gandakan file "db.local" dan simpan dengan nama "db.bukan". Gandakan juga file "db.127" dan simpan dengan nama "db.192" seperti berikut.
| #cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.bukan #cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.192 |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.bukan" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/db.bukan |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
| ; $TTL 604.800 @ IN SOA bukan.org. root.bukan.org. ( 2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ; @ IN NS bukan.org. @ IN NS 192.168.1.8 www IN NS 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Script tambahan agar DNS terhubung ke Web Server (dengan ip address serupa)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "db.192" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/bind/db.192 |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut.
8 IN PTR bukan.org. |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
Oktet terakhir IP address DNS Server agan
Oktet terakhir IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian buatlah file baru bernama "resolv.conf" dan letakkan pada direktori /etc dengan cara mengetikkan pico /etc/resolv.conf seperti berikut.
| #pico /etc/resolv.conf |
Dan isikan script berikut.
| search bukan.org nameserver 192.168.1.8 |
Keterangan:
Domain yang akan agan pakai
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
IP address DNS Server agan
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "bind9" dengan mengetik /etc/init.d/bind9 restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/bind9 restart Stopping domain name service . . . : bind9. Starting domain name service . . . : bind9. |
Untuk memastikan bahwa DNS Server sudah berjalan dengan baik, gunakan perintah nslookup pada ip address DNS Server agan seperti contoh berikut
| #nslookup 192.168.1.8 Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 8.1.168.192.in-addr.arpa name = bukan.org |
Lakukan hal serupa pada domain DNS Server agan seperti berikut.
| #nslookup bukan.org Server: 192.168.1.8 Address 192.168.1.8#53 Name: bukan.org Address: 192.168.1.8 |
Jika hasilnya seperti di atas, maka instalasi DNS Server telah selesai. Jika agan masih belum berhasil coba gunakan versi II.
Baca Selengkapnya..
Google.com, wordpress.org, debian.edu, adalah sedikit dari milyaran websites yang sudah tidak asing lagi di dunia maya. Prinsip kerja sebuah websites merupakan tampilan dari sebuah server yang berwujud html yang memproyeksikan Server fisik yang terhubung ke dalam jaringan. Web Server, yaitu server yang berisi kerangka(layout) berekstensi html/xhtml/mhtml/php yang berjalan pada port 80 (HTTP) dan berfungsi sebagai wadah, tampilan interface, dan wujud dua dimensi dari file-file pada Database Server, misalnya seperti tiga websites di atas. Instalasi Web Server pada Debian Squeeze tidak ada perbedaan yang berarti dengan pada Debian Lenny. Berikut cara instalasi Web Server :
Lakukan instalasi paket software apache2 dan php5 dengan mengetikkan perintah seperti berikut.
Lakukan instalasi paket software apache2 dan php5 dengan mengetikkan perintah seperti berikut.
| #apt-get install apache2 php5 |
Setelah proses di atas sebenarnya Web Server agan sudah berjalan, tetapi hanya dengan tampilan web defaultnya yaitu berisi tulisan "It Works !". Jika agan ingin mengutak atik konfigurasi Web Server agan, agan dapat melakukannya dengan berbagai pilihan konfigurasi berikut :
1. Konfigurasi Virtual Host
Konfigurasi ini akan mewakili secara default(default versi kita) setiap website yang agan buat. Caranya adalah dengan melakukan konfigurasi pada "default" dengan cara mengetikkan pico /etc/apache2/sites-available/default seperti contoh berikut.
| #pico /etc/apache2/sites-available/default |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut,
| <VirtualHost 192.168.1.8:80> ServerAdmin webmaster@bukan.org ServerName www.bukan.org ServerAlias bukan.org DocumentRoot /var/www <Directory /> Options FollowSymLinks AllowOverride None |
Ip address Web Server agan
Terserah diisi apa(optional)
Domain
Sub Domain
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X.
2. Merubah Direktori Web
Secara default file html agan akan disimpan pada /var/www. Agan dapat merubah direktori web agan dengan cara melakukan konfigurasi pada "default" dengan cara mengetikkan pico /etc/apache2/sites-available/default seperti contoh berikut.
| #pico /etc/apache2/sites-available/default |
Ganti script berwarna merah berikut dengan direktori yang agan inginkan.
<VirtualHost 192.168.1.8:80> ServerAdmin webmaster@bukan.org ServerName www.bukan.org ServerAlias bukan.org DocumentRoot /var/www <Directory /> Options FollowSymLinksAllowOverride None |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X.
3. Mempercantik Tampilan Websites
Agan dapat mengedit isi dari file "index.html" dengan cara mengetikkan pico /var/www/index.html seperti berikut.
| #pico /var/www/index.html |
Sebagai contoh saya akan mengeditnya menjadi seperti berikut
| <html><body><h1> Bukan Web Server</h1></body></html> |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Maka tampilan Web Server agan akan muncul tulisan Bukan Web Server. Atau agan juga dapat mengganti file tersebut dengan file html buatan agan sendiri. Jangan lupa untuk memberi nama file agan dengan nama "index.html" agar dapat terbaca oleh Web Server.
Jika agan melakukan konfigurasi pada Web Server, jangan lupa untuk melakukan restart pada "apache2" dengan cara mengetikkan /etc/init.d/apache2 restart seperti berikut
| #/etc/init.d/apache2 restart Restarting web server: apache2apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName . . . waiting apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName |
Instalasi Web Server telah selesai. Jangan kawatir dengan hasil restart yang kelihatannya error itu, Hal itu disebabkan custom virtual host belum berjalan.
Dinamic Host Client Protocol Server merupakan Server yang berperan dalam penyewaan / peminjaman IP address kepada komputer client agar dapat terhubung ke dalam jaringan. Langkah-langkah instalasi DHCP Server adalah sebagai berikut :
Lakukan instalasi paket software dhcp3-server dengan mengetikkan perintah seperti berikut
Lakukan instalasi paket software dhcp3-server dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #apt-get install dhcp3-server |
Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "dhcpd.conf" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/dhcp/dhcpd.conf |
Edit konfigurasinya sehingga menjadi seperti contoh berikut, hilangkan tanda (#) pada bagian depan script mulai dari "subnet" hingga "}". default lease time dan max lease time tidak usah diubah angkanya.
| # A slightly different configuration for an internal subnet. subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.1.5 192.168.1.20; option domain-name-servers ns1.bukan.org; option domain-name "bukan.org"; option routers 192.168.1.1; option broadcast-address 192.168.1.255; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; } |
Keterangan :
Network ID jaringan
Subnetmask
interval ip address yang disewakan(dalam contoh ip address ke 5 - 20)
interval ip address yang disewakan(dalam contoh ip address ke 5 - 20)
Domain (agan kira-kira saja, karena kita belum menginstal DNS)
IP address router (biasanya adalah gateway)
IP broadcast (ip address terakhir dalam subnet)
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Selanjutnya lakukan konfigurasi pada "isc-dhcp-server" dengan mengetikkan perintah seperti berikut
| #pico /etc/default/isc-dhcp-server |
Isikan kolom diantara tanda (") dengan eth0 seperti berikut
| INTERFACES="eth0" |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X kemudian lakukan restart pada "isc-dhcp-server" dengan mengetik /etc/init.d/isc-dhcp-server restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/isc-dhcp-server restart Stopping DHCP server : dhcp3. failed! Starting DHCP server : dhcp3. |
Instalasi DHCP Server telah selesai, jangan kawatir dengan peringatan "failed!" pada bagian Stopping tadi, karena sebelumnya kita belum menjalankan DHCP Servernya.
IP address merupakan hal paling penting dalam administrasi sebuah server. Karena merupakan identitas bagi komputer server tersebut. Tanpa IP address, komputer tidak akan dapat terhubung ke dalam sebuah jaringan. Konfigurasi network interface pada Debian Squeeze hampir tidak ada perbedaan berarti dengan pada Debian Lenny. Berikut cara konfigurasi network interface atau dalam hal ini agan sebut saja IP address :
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
| #ifconfig eth0 200.100.4.8 netmask 255.255.255.192 |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.4.8 Bcast:200.100.4.63 Mask:255.255.255.192 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
2. Konfigurasi Permanen
Atau juga dapat menggunakan ip address permanen, dengan cara melakukan konfigurasi pada "interfaces" seperti contoh berikut
| #pico /etc/network/interfaces |
Contoh berikut menunjukkan bahwa agan akan menggunakan ip address kelas C, 192.168.1.10 dengan subnetmask 255.255.255.0
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "networking" dengan mengetik /etc/init.d/networking restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.10 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
Konfigurasi Network Interface sudah selesai, sekarang agan sudah memiliki ip address. Jika agan mencoba terhubung ke dalam suatu jaringan, pastikan ip address dan subnetmask yang agan setting sesuai dengan konfigurasi pada jaringan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)

