Error E16 dan error E13, rasanya sudah tidak asing lagi mungkin ya, bagi pengguna printer multifungsi usungan Canon berlabel MP258. Sebenarnya dua pesan error tersebut tidak hanya dapat muncul pada Canon MP258, hanya saja seri inilah yang paling sering mengalami error tersebut diantara jajaran canon MP-series lainnya.
Problem secara umum
Ketika printer dinyalakan, LCD panel menunjukkan angka 1 dan nampak normal-normal saja. Namun ketika kita melakukan perintah print, tiba-tiba muncul pesan error E16 seperti gambar berikut :
Tindakan penyelesaian
Jika muncul error E16 seperti di atas, maka catridge warna perlu di-reset. Hal ini terjadi karena beberapa hal, bisa karena tinta habis(runout) atau baru saja ditancapkan kembali(replace) setelah melakukan pengisian ulang tinta(refill). Cara me-reset printer Canon MP-series cukup mudah, yaitu tekan tombol STOP/RESET agak lama hingga LCD panel berputar, kemudian lepaskan. Sudah deh, beres !
Indikasi lanjutan
Jika pesan error E16 muncul lagi, atau bahkan muncul pesan error E13, berarti catridge hitam juga perlu di-reset. Ini nih kalau pesan error E13 ikutan nongol :
Tindakan tambahan
Jika muncul pesan E13 seperti di atas, lakukan reset lagi pada printer. Caranya tetap sama, yaitu tekan tombol STOP/RESET agak lama hingga LCD panel berputar, kemudian lepaskan. Sudah deh, beres !
Baca Selengkapnya..
Indikasi lanjutan
Jika pesan error E16 muncul lagi, atau bahkan muncul pesan error E13, berarti catridge hitam juga perlu di-reset. Ini nih kalau pesan error E13 ikutan nongol :
Tindakan tambahan
Jika muncul pesan E13 seperti di atas, lakukan reset lagi pada printer. Caranya tetap sama, yaitu tekan tombol STOP/RESET agak lama hingga LCD panel berputar, kemudian lepaskan. Sudah deh, beres !
0
komentar
IP address is the most important thing in the administration of a server. Because the identity of the server computer. Without an IP address, the computer will not be able to connect to a network. Configure the network interface in Debian Squeeze almost no significant difference with the Debian Lenny . Here's how to configure network interfaces, or in this case you can call it, IP address
1. Configuration Impermanent
There are two ways that you can choose, the first is the impermanent ip address configuration / that temporary work only as long as the computer stays on. Type the command => ifconfig space eth0 space ip address space netmask space subnetmask and press Enter as the following example
| #ifconfig eth0 200.100.2.7 netmask 255.255.255.192 |
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.2.7 Bcast: 200.100.4.63 Mask: 255,255,255,192 inet6 addr: fe80 :: 20c: 29ff: fe58: cf68/64 Scope: Link UP BROADCAST running multicast MTU: 1500 Metric: 1 RX packets: 1610 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 frame: 0 TX packets: 1419 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 carrier: 0 collisions: 0 txqueuelen: 1000 RX bytes: 189305 (184.8 KIB) TX bytes: 198940 (194.2 KIB) Interrupt: 18 Base address : 0x1080 lo Link encap: Local Loopback inet addr: 127.0.0.1 Mask: 255.0.0.0 inet6 addr ::: 1/128 Scope: Host UP loopback Running MTU: 16436 Metric: 1 RX packets: 46 errors: 0 dropped: 0 overruns : 0 frame: 0 TX packets: 46 errors: 0 dropped: 0 overruns: 0 carrier: 0 collisions: 0 RX bytes: 3036 (2.9 KIB) TX bytes: 3036 (2.9 KIB) |
2. Configuration Permanent
You can also permanently configure IP address, with configuring IP address as the following example
| #pico /etc/network/interfaces |
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.27 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.27 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
Linux Mint merupakan salah satu dari keluarga besar Linux Debian serta turunan langsung dari distro Ubuntu. Sehingga beberapa konfigurasi pada Linux Mint Lisa ini pun hampir tidak berbeda dengan pada Linux Debian dan Ubuntu. Berikut cara konfigurasi network interface atau dalam hal ini agan sebut saja IP address :
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
| #ifconfig eth0 200.100.4.8 netmask 255.255.255.192 |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.4.8 Bcast:200.100.4.63 Mask:255.255.255.192 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
2. Konfigurasi Permanen
Atau juga dapat menggunakan ip address permanen, dengan cara melakukan konfigurasi pada "interfaces" seperti contoh berikut
| #pico /etc/network/interfaces |
Contoh berikut menunjukkan bahwa agan akan menggunakan ip address kelas C, 192.168.1.10 dengan subnetmask 255.255.255.0
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "networking" dengan mengetik /etc/init.d/networking restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.10 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
Konfigurasi Network Interface sudah selesai, sekarang agan sudah memiliki ip address. Jika agan mencoba terhubung ke dalam suatu jaringan, pastikan ip address dan subnetmask yang agan setting sesuai dengan konfigurasi pada jaringan tersebut.
Linux Mint merupakan salah satu dari keluarga besar Linux Debian serta turunan langsung dari distro Ubuntu. Sehingga beberapa konfigurasi pada Linux Mint Katya ini pun hampir tidak berbeda dengan pada Linux Debian dan Ubuntu. Berikut cara konfigurasi network interface atau dalam hal ini agan sebut saja IP address :
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
1. Konfigurasi Sementara
Ada dua cara yang dapat dipilih, yang pertama adalah setting ip address secara remanen / sementara yang hanya bekerja selama komputer terus menyala. ketikkan perintah ifconfig(spasi)eth0(spasi)(ip address)(spasi)netmask(spasi)(subnetmask) kemudian tekan Enter seperti contoh berikut
| #ifconfig eth0 200.100.4.8 netmask 255.255.255.192 |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:200.100.4.8 Bcast:200.100.4.63 Mask:255.255.255.192 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
2. Konfigurasi Permanen
Atau juga dapat menggunakan ip address permanen, dengan cara melakukan konfigurasi pada "interfaces" seperti contoh berikut
| #pico /etc/network/interfaces |
Contoh berikut menunjukkan bahwa agan akan menggunakan ip address kelas C, 192.168.1.10 dengan subnetmask 255.255.255.0
| #The loopback network interface auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.10 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.1 |
Setelah itu save dengan menekan Ctrl+O, dan keluar dengan menekan Ctrl+X. Kemudian lakukan restart pada "networking" dengan mengetik /etc/init.d/networking restart lalu tekan Enter, seperti contoh berikut
| #/etc/init.d/networking restart Reconfiguring network interfaces...done. |
Untuk memastikan bahwa settingan sudah benar, cek dengan mengetik ifconfig lalu tekan Enter, sehingga hasilnya terlihat seperti berikut (sesuai konfigurasi)
| #ifconfig eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0c:29:58:cf:68 inet addr:192.168.1.10 Bcast:192.168.1.255 Mask:255.255.255.0 inet6 addr: fe80::20c:29ff:fe58:cf68/64 Scope:Link UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:1610 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:1419 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:1000 RX bytes:189305 (184.8 KiB) TX bytes:198940 (194.2 KiB) Interrupt:18 Base address:0x1080 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 inet6 addr: ::1/128 Scope:Host UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:46 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 RX bytes:3036 (2.9 KiB) TX bytes:3036 (2.9 KiB) |
Konfigurasi Network Interface sudah selesai, sekarang agan sudah memiliki ip address. Jika agan mencoba terhubung ke dalam suatu jaringan, pastikan ip address dan subnetmask yang agan setting sesuai dengan konfigurasi pada jaringan tersebut.
Pernahkah agan tiba-tiba gagal melakukan koneksi dial-up padahal tidak ada kerusakan dari modem maupun gangguan operator? Pernahkah agan heran melihat pengaturan tanggal dan waktu yang berubah ke default setelah notebook/komputer dimatikan? Pernahkah agan melihat pesan kesalahan "checksum errors" pada saat menyalakan notebook? Itu semua merupakan beberapa gejala umum yang menunjukkan bahwa baterai CMOS telah rusak atau sudah habis daya listriknya.
CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah baterai kecil yang fungsinya adalah memberi daya pada BIOS untuk menyimpan konfigurasi komputer pada saat komputer dimatikan, CMOS juga berperan untuk menjaga agar hitungan tanggal dan waktu komputer tetap berjalan meskipun komputer tidak dihidupkan dalam jangka waktu lama sekalipun.
Nah.. jika pada PC/komputer, agan bisa mengganti CMOSnya dengan mudah karena posisinya mudah diketahui (di dekat chipset southbridge atau dekat chipset BIOS atau dekat jumper BIOS) dan juga mudah di lepas. Berbeda halnya jika pada notebook, CMOSnya memang terlihat jelas, tetapi konektor kabel CMOS yang menancap pada motherboard posisinya cukup tersembunyi.
Sebelum itu, kita kenalan dulu nih dengan para asisten, inilah beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam operasi kali ini, hehe.
Sebelum itu, kita kenalan dulu nih dengan para asisten, inilah beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam operasi kali ini, hehe.
Sekarang saya akan berbagi pengalaman saya tentang bagaimana cara mengganti baterai CMOS pada notebook, sebenarnya cukup mudah, tetapi mungkin ada perbedaan dalam cara melakukannya tergantung merk notebook yang digunakan.
Kali ini saya akan praktek di depan agan menggunakan notebook saya sendiri Anote C-9456B model M74s, karena kebetulan CMOSnya sedang habis. Pertama-tama buka tutup bawah chasing seperti gambar di atas. Kemudian lepas konektor power fan sebelum melepas tutup chasing agar kabel power fan tidak putus.
Kemudian lepas tutup chasingnya sehingga terlihat seperti gambar di atas. Nah, perhatikan benda bulat berlapis karet berwarna hitam di sebelah kanan modul memory RAM. Itulah baterai CMOS yang akan kita ganti.
Kalau masih belum jelas, ini nih.. saya zoom lagi biar kelihatan. Benda bulet imut-imut inilah yang namanya CMOS.
Supaya nggak bikin ribet, lepas sementara heatsink processor. Tapi processornya biarkan saja menancap di tempatnya.
Lepas juga harddisk, kemudian buka baut-baut pada bagian tengah, bagian kanan, dan bagian bawah.
Setelah setengah bagian chasing sudah dilepas bautnya, yaitu bagian kanan dan bawahnya, buka sedikit bagian kanan bawah chasing lalu ganjal dengan gagang obeng.
Cungkil konektor CMOS dengan bantuan obeng kecil agar terlepas, hati-hati ya.. jangan sampai kabelnya putus.
Nah.. ini nih si mungil yang namanya CMOS. Kita tidak perlu mengganti semuanya, ganti saja baterai di dalamnya, nah lho? gimana bisa? bisa..
Buat sayatan pada bagian tepi baterai lalu lepas baterainya. Ganti dengan baterai yang baru dan posisikan sama persis dengan baterai yang lama. Bagian yang tercetak tulisan pada karet adalah posistif (+) dan bagian yang tercetak bintik-bintik pada karet adalah negatif (-), jangan terbalik ya.
Jangan lupa apitkan kedua lempengan logam pada baterai baru. lempengan dari kabel merah tempelkan pada sisi positif (+) dan yang dari kabel hitam tempelkan pada sisi negatif (-). Tutup kembali karetnya dan buatlah seerat mungkin lalu tutupi semua bagian karet dengan selotip agar tidak ada lubang bekas sobekan yang terbuka dan agar lempengan menempel lebih rapat ke baterai.
Nah.. gambar di atas adalah hasilnya, hehe.. selotipnya agak belepotan, tapi yang penting rapat dan kuat.
Nah.. sekarang tancapkan konektornya dengan bantuan obeng kecil lalu pasang kembali semua perangkat yang dilepas dan jangan lupa dibaut lagi ya. Sekarang agan bisa menyalakan notebook agan lalu setting BIOSnya kemudian restart. Nah lho.. kok CMOS checksum error masih muncul? jangan panik, itu pasti terjadi, bukan berarti usaha agan gagal, tetapi ada satu hal yang perlu dilakukan, yaitu settinglah BIOS dengan menggunakan keyboard eksternal, bukan keyboard yang menempel di notebook. Jika cara ini sudah agan lakukan, checksum error pasti tidak akan muncul lagi, selama CMOS masih belum habis.
Langganan:
Postingan (Atom)


